Sabtu, 11 Juni 2016

INTERNAL TEXT

INTERNAL TEXT

CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets. Kalau baca di kamus, cascading itu artinya air terjun. Tapi dalam hal ini, yang di maksud adalah, aliran dari suatu kode ke kode lain yang saling berhubungan. Jadi kalau di tulis lengkap dalam bahasa Indonesia kira-kira arti CSS adalah: kumpulan kode-kode yang berurutan dan saling berhubungan untuk mengatur format / tampilan suatu halaman HTML.

Keuntungan Penggunaan CSS Jika anda memiliki beberapa halaman website dimana anda menggunakan font arial untuk tulisannya, lalu suatu hari anda bosan dengan arial dan ingin mengganti ke trebuchet, anda harus merubah satu per satu halaman website anda dan merubah tipe font dari arial menjadi trebuchet. Dengan menggunakan css, dimana semua halaman web memakai css yang sama, anda cukup merubah satu baris kode css untuk merubah font di semua halaman web dari arial ke trebuchet. Jadi, keuntungan menggunakan CSS, lebih praktis! Kekurangan Penggunaan CSS Tidak semua browser mengartikan kode CSS dengan cara yang sama. Jadi kadang-kadang, tampilan web dengan CSS terlihat baik di browser yang satu, tapi berantakan di browser yang lain. Jadi anda harus memeriksa tampilan supaya terlihat baik di semua browser dan menambahkan kode-kode khusus browser tertentu jika memang dibutuhkan agar tampilan web anda terlihat baik di semua browser.

INLINE TEXT

INLINE TEXT

Form merupakan salah satu elemen dalam HTML yang digunakan untuk menerima input dari pengunjung. Melalui form pengunjung sebuah halaman web dapat melakukan interaksi dengan web. Pengunjung dapat memasukan data melalui elemen-elemen input seperti textfield, checkbox, radio button, textarea, submit button, dropdown dan lain-lain. Selain itu pengunjung juga dapat melakukan pemilihan data mengunakan elemen select list atau dengan istilah lain combo box atau drop-down list. Form membuat sebuah halaman web menjadi web interaktif dan dinamis, karena form merupakan satu-satunya sarana bagi pengembang website untuk mendapatkan informasi dari pengguna.

Ada dua atribut yang digunakan pada elemen form yaitu method dan action. Method yang berfungsi sebagai pengiriman data pada server dengan cara ke tujuan yaitu : - Get: mengirim data pada server dengan cara meletakan data pada bagian akhir URL yang ditunjuk. - Post : mengirim datanya secara terpisah. Action yang berfungsi menentukan lokasi dari script yang akan memproses data dari form.

Rabu, 18 Mei 2016

TUGAS KE- 5 PEMROGRAMAN WEB 1

Pemrograman Web 1 PEMBUATAN COLSPAN & ROWSPAN

TAHUN TERBIT BUKU KUMPULAN BUKU ISLAMI
HIJAB MUSLIMAH KUMPULAN HADITS SHAHIH ISLAM REALITAS ISLAMKU ISLAM KITA
  • 2011

  • 2011

  • 2012

  • 2014
JUDUL BUKU ISLAMI
<<<<<<< ANISA 14-650-016 KELAS A>>>>>>>>

Minggu, 01 Mei 2016

TUGAS KE - 4

ANISA 14 650 016
    Bagian-bagian dari RAM serta fungsinya :
  1. RAM berbasis chipSRAM (static RAM)yaitu Jenis RAM statis yang sifatnya semivolatile,
  2. DRAM (dynamic RAM)yaitu Jenis RAM dinamik yang sifatnya volatile.
  3. NVRAM (non-volatile RAM)yaitu Jenis SRAM yang memiliki catu daya listrik sendiri, yaitu dari sebuah baterai mini sehingga dapat menyimpan daya walaupun komputer dimatikan.
  4. FRAM (ferro electric RAM) yaitu Jenis FRAM yang tidak memerlukan catu daya listrik atau baterai mini karena sudah menggunakan daya medan magnet.
  5. RAM berbasis card EDO RAM (extended data output RAM)yaitu Jenis RAM untuk prosesor pentium edisi pertama.
  6. SD RAM (synchronous dynamic RAM) yaitu Jenis RAM dinamik untuk generasi Pentium 1,2, dan 3.
  7. DDR RAM (double data rate RAM)yaitu Jenis RAM dinamik untuk generasi Pentium
  8. DDR dual channel RAM yaitu Jenis memory ini tidak seperti pemasangan SDRAM atau DDR biasa.
  9. Twister DDR dual channel RAM yaitu Memory tipe TwinX/Twinmatch/Twister atau kode CMX yang menandakan bahwa memory ini bisa digunakan pada dual channel mainboard
  10. SODIMM RAM yaitu Memory yang biasa digunakan untuk kelas server maupun notebook
Jenis-Jenis Hardisk meliputi:
  • Hardisk ATA / EIDE : standar versi terbaru suatu antar muka disk yang sesuai untuk koneksi ke bus.
  • Hardisk SCSI : Banyak disk memiliki antar muka yang didesain untuk koneksi ke bus SCSI standar. Disk tersebut cenderung lebih mahal, tetapi mempunyai performa yang lebih baik, yang dimungkinkan karena kelebihan bus SCSI daripada bus PCI.
  • Hardisk SATA : interface disk ATA (Advanced Technology Attachment) dengan versi serialnya menggunakan kabel tipis yang memiliki total kabel kecil sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA disk yang berjumlah 39 pins dan SATA mempunyai kecepatan pengiriman data sangat tinggi serta mengurani latensi.
  • Jenis-Jenis Hardisk Dan Kapasitasnya :
    IDE
    10, 20, 40, 80, 120, 160, 250 dan 320 GB.
    SATA
    80, 120, 160, 250, 320, 500, 1 tera byte dan 2 tera byte.
    SCSI
    160, 250, 320, 500, 500, 1 TB, 2 TB, 5 T
    a b c d e f g
    h i j k l m n
    o p q r s t u
    v w x y z a b
    c d e f g h i
    j k l m n o p
    q r s t u v w
    x y z a b c d

    Sabtu, 23 April 2016

    Pemrograman web 1 Tugas Ke-3

    pemrograman web 1 tugas 3

    Dalam membuat web dengan HTML banyak sekali macam tag yang harus kita kenali. Disini kita akan membahas tag utama yang sering kita pakai dalam membuat sebuah dokumen html. Berikut ini adalah tabel tag-tag HTML, atribut dan fungsinya:

    untuk mengetahui lebih lanjutnya, anda dapat mengakses ke:
    https://izulfly.wordpress.com/2011/11/24/tag-tag-dalam-html-atribut-serta-fungsinya/

    Minggu, 17 April 2016

    TUGAS 1 APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM BIDANG PERTANIAN OLEH : ANISA 14 650 016 ARNITA 14 650 045 KELAS A DOSEN PENGAMPU : MUH. ARIF SURYAWAN, S.Kom.,M.T PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAUBAU 2016 SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) DI BIDANG PERTANIAN 1.1 Latar Belakang Era komputerisasi telah membuka wawasan dan paradigma baru dalam prosespengambilankeputusandanpenyebaraninformasi.Datayang merepresentasikandunianyatadapatdisimpandandiprosessedemikianrupa sehinggadapatdisajikandalambentuk-bentukyanglebihsederhanadansesuai kebutuhan. Sesuai dengan perkembangan teknologi, khususnya komputer grafik, basisdata, teknologiinformasi,danteknologisatelitinderaja(penginderaan jauh/remotesensing),makakebutuhanmengenaipenyimpanan,analisis,dan penyajian data yang berstruktur kompleks dengan jumlah besar makin mendesak. Struktur data kompleks tersebut mencakup baik jenis data spasial maupun atribut. Dengan demikian,untuk mengelola data yang komplek sini,diperlukansuatu system informasiyangsecaraterintegrasimampumengolahbaikdataspasial maupun dataatribut inisecara efektif danefisien. Tidak itusaja, sistem inipun harus mampu menjawab dengan baik pertanyaan spasial maupun atribut secara simultan. Dengan demikian, diharapkan keberadaan suatu sistem informasi yang efisien dan mampu mengelola data dengan struktur yang kompleks dan dengan jumlah yang besar ini dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang tepat salah satu sistem yang menawarkan solusi-solusi untuk masalah ini adalah Sistem Informasi Geografis (SIG).Sistem Informasi yang berkaitan dengan catatan permukaan bumi (geografi) secara konvensional (manual, sederhana) telah dilakukan oleh berbagai instansi sejak lama dalam bentuk peta, tabel, dan laporan yang disimpan dalam almari dan filing kabinet. 1.2. Tujuan utama dari operasi SIG Tujuan utama dari operasi SIG ini adalah : 1. untuk menemukenali berbagai persoalan nyata permukaan bumi yang penting bagi kehidupan manusia; dan 2. untuk menentukan strategi dan langkah operasional penanganan berbagai persoalan permukaan bumi dan atau dekat permukaan bumi yang diketemukan. Semua ilmu yang berhubungan dengan SIG dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu ilmu-ilmu yang berkaitan dengan perkembangan konsep dasar SIG (misal : fisika, matematik, informatika, elektronika, penginderaan jauh), dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan aplikasi SIG untuk suatu tujuan (misalnya : oceanografi, vulkanologi, planologi, pertanian). 1.3 Rumusan Masalah 1. Apa Saja Manfaat Aplikasi SIG dalam bidang pertanian ? 2. Mengapa SIG sangat berperan penting dalam bidang Pertanian ? 3. Apa saja komponen-komponen pembuatan SIG ? 4. Bagaimana cara kerja SIG itu berjalan? 5. Apa saja manfaat SIG khususnya dalam bidang pertanian ! 2.1 SISTEM INFORMASI GEOGRAFI ( SIG ) DALAM BIDANG PERTANIAN Pembahasan yang berkaitan dengan aplikasi atau bidang-bidang yang mebutuhkan analisis dalam sekala wilayah luas dan perencanaan jangka panjang sangat mempermudah jika menggunakan aplikasi SIG, seperti yang tergambar pada bidang pertanian, SIG lebih banyak dimanfaatkan untuk tujuan analisis kesesuaian/ kemampuan lahan untuk pertanian, estimasi produksi beberapa komoditi pertanian, estimasi serangan hama-penyakit tanaman, prediksi erosi tanah, monitoring dan analisis perubahan tataguna lahan, analisis kerentanan banjir dan longsor tanah akibat perubahan penggunaan lahan, perencanaan tataguna lahan, ekstensifikasi pertanian, monitoring kerusakan dan kebakaran hutan, monitoring agroklimatologi, survei dan pemetaan tanah, evaluasi dan klasifikasi tanah, pemetaan sumberdaya lahan, perencanaan jaringan irigasi, analisis daya dukung lahan pertanian, dan perencanaan perdesaan. Pemanfaatan SIG dalam bidang pertanian pada umumnya diperlukan beberapa data masukan, berupa data spasial seperti : peta rupa bumi, peta geologi, foto udara, citra satelit atau citra radar, dan data atribut seperti : data iklim, dan data social penduduk. Peta rupa bumi digunakan sebagai dasar pembuatan peta administrasi dan peta kontur. Peta geologi digunakan untuk membantu analisis dan pembuatan peta tanah. Foto udara, citra satelit, dan citra radar digunakan untuk analisis dan pembuatan peta tutupan/ penggunaan lahan. Data iklim digunakan untuk analisis dan pembuatan peta curah hujan/ intensitas hujan. Data sosial penduduk digunakan untuk analisis dan pembuatan peta sebaran penduduk/ petani. Data-data sebagaimana tersebut di atas digunakan untuk pembuatan peta satuan lahan homogen atau peta dasar/ peta kerja lapang. Melalui pengamatan lapang dan analisis sampel tanah dan air di laboratorium, serta analisis statistik, kemudian dibuat peta akhir sesuai tujuan yang diharapkan. Fungsi dari produk SIG sangat bergantung dari tujuan awal pekerjaan SIG, namun demikian pada beberapa produk SIG terkadang dapat dimanfaatkan untuk tujuan lain yang tidak terprediksikan sebelumnya. Sebagai contoh, peta tutupan/ penggunaan lahan di suatu wilayah terkadang digunakan sebagai dasar pertimbangan utama untuk perencanaan pembangunan/ tata ruang, evaluasi sumberdaya lahan, rehabilitasi lahan, relokasi permukiman, dan estimasi ledakan hama dan penyakit tanaman. Dengan demikian suatu produk SIG terkadang memiliki multifungsi. Di bidang pertanian, produk SIG sangat berguna untuk memprediksi luas area dan produksi komoditas pertanian, penetapan centra pertanian, pemetaan potensi sumberdaya lahan, pengembangan agroindustri, dan agropolitan, serta prediksi sebaran hama dan penyakit tanaman. Produk SIG yang dibuat pada skala besar (detil) dan menggunakan data masukan beresolusi tinggi memberikan keakuratan hasil (produk) yang tinggi, namun daerah cakupan produk SIG umumnya tidak terlalu luas. Produk SIG yang dibuat dengan skala kecil serta menggunakan data masukan beresolusi rendah umumnya mempunyai tingkat keakuratan hasil yang rendah, namun mencakup daerah pemetaan yang luas. Sejalan dengan kemajuan teknologi komputer dan telekomunikasi, pemanfaatan SIG dalam bidang pertanian pada saat ini sangat bermanfaat , diantaranya adalah : 1. Untuk perumusan/ penetapan rencana strategi pengembangan pertanian; 2. Prediksi luas panen dan produksi pertanian; 3. Monitoring perubahan tataguna lahan pertanian; 4. Penetapan daerah centra komoditas pertanian unggulan; 5. Evaluasi sumberdaya lahan pertanian; 6. Pembuatan jalur transportasi/ perdagangan komoditas pertanian antar daerah; 7. Analisis pemasaran sarana produksi pertanian; 8. Sebagai alat bantu analisis spasial berbagai penelitian pertanian; dan 9. Sebagai alat bantu interaksi, komunikasi dan informasi antar petani dan paran pemerhati pertanian berbagai daerah/ negara. Pemanfaatan SIG dalam bidang pertanian sekarang ini banyak didukung oleh kemajuan teknologi kedirgantaan yang menghasilkan berbagai citra muka bumi dengan resolusi yang sangat tinggi serta mudah diakses oleh setiap orang, seperti foto udara dan citra satelit yang mampu menampilkan secara detil vegetasi penutup tanah. Gambaran kajian yang mendukung optimalisasi lahan dalam bidang pertanian melalui analisis sistem informasi geografi : 1. Kajian Erosi Tanah, Kajian erosi tanah diperlukan data-data yang berkaitan dengan faktor-faktor penyebab erosi, seperti : data curah hujan harian selama 5 sampai 10 tahun terakhir, data sifat dan karakteristik tanah untuk menghitung besarnya erodibiltas tanah, data panjang dan derajad lereng, data vegetasi dan pertanaman yang diusahakan dan data tindakan konservasi tanah yang sudah atau sedang dikerjakan pada bidang lahan yang dikaji. 2. Kajian Serangan Hama Penyakit Tanaman, Kajian serangan hama penyakit tanaman data geospasial yang diperlukan antara lain data fisiografi wilayah, seperti bentuk lahan (landform), kelerengan, jenis tanah, dan sebaran vegetasi/ tanaman, data iklim, terutama curah hujan, intensitas penyinaran matahari, dan arah angin, data pola penggunaan lahandan data sosial penduduk, yang meliputi adat istiadat/ perilaku masyarakat, mata pencaharian, tingkat perekonomian, dan tingkat pendidikan penduduk. 3. Pembuatan Sarana Pengairan Dan Jaringan Irigasi, Pembuatan sarana pengairan dan jaringan irigasi diperlukan data geospasial berupa data bentuk lahan makro, kelerengan dan lithologi, data penggunaan lahan, data sebaran penduduk dan kepemilikan lahandan data sumber-sumber air alami, terutama jenis sumber air, lokasi, dan debit air. 2.1.1

    Minggu, 18 Oktober 2015



    TUGAS MAKALAH
                                                                     
    AKHLAK DAN KEBUDAYAAN BUTON
    PROSESI ADAT BUTON HAROA


    585673734319s.jpg
     









    DI SUSUN OLEH :


    NAMA      :    ANISA
    NIM           :    14  650  16
    KELAS     :    A

    DOSEN BIDANG STUDY : LA ODE RAMLAN SE,M.Si


    PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
    FAKULTAS TEKNIK
    UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAUBAU
     2014 / 2015





    KATA PENGANTAR

         Puji dan syukur kehadirat Allah yang maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat  menyelesaikan tugas makalah ini pada waktu yang telah direncanakan. Tak lupa ucapkan terimakasih kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Akhlak Dan Kebudayaan Buton yang telah memberikan tugas ini.
         Makalah ini Membahas Tentang Prosesi Adat Masyarakat Buton Yaitu Haroa, selanjutnya pada poin-poin makalah, akan dijelaskan dengan  rinci agar mudah dipahami oleh pembaca dan diharapkan juga agar makalah ini membantu kita menambah pengetahuan dan wawasan kita khususnya kita yang berdomisili di Daerah Buton.
           Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi pembaca terutama bagi penulis pribadi, dapat menambah pengetahuan kita khususnya pada Prosesi Adat Masyarakat Buton Yaitu Haroa dan apa saja manfaat dari Haroa Tersebut .
            Penulis menyadari, karya tulis ini jauh dari sempurna  karena kesempurnaan hanya milik Allah subhanahu Wataala. Tapi penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini. Oleh karena itu, kritik maupun saran sangat diharapkan agar karya tulis ilmiah ini menjadi lebih baik.
           .

                                                                                                    Baubau, 20 November 2014


               
                                                                                                                Penulis 




    DAFTAR ISI

    Halaman Judul...................................................................................................................... i
    Kata Pengantar.................................................................................................................... ii
    Daftar Isi............................................................................................................................. iii

    Bab   I     Pendahuluan......................................................................................................... 1
                   1.1    Latar Belakang............................................................................................. 1
                   1.2    Rumusan Masalah ....................................................................................... 2
                   1.3    Tujuan ......................................................................................................... 2
                           
    Bab   II   Pembahasan ......................................................................................................... 3
                   2.1    Pengertian Prosesi adat buton Yaitu  haroa ,..........................................      4
                   2.2    Jenis pelaksanaan  Haroa Di Buton............................................................. 4
                   2.3    Perlu adanya Pelaksanaan Haroa di Buton.................................................. 6
                   2.4    Manfaat Yang Di Peroleh dari Pelaksaan Haroa di Buton.......................... 6
                  
    Bab   III  Penutup................................................................................................................. 7
                   3.1    Kesimpulan.................................................................................................. 7
                   3.2    Saran............................................................................................................ 7
    Daftar Pustaka




    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1    Latar Belakang
          Yang melatar belakangi terselenggaranya Haroa Merupakan tradisi yang dapat membangun dan menjaga hubungan keakraban dan kekeluargaan antara banyak orang khususnya menjelang pelaksanaan hari-hari besar islam dan dengan di adakannya haroa dikalangan masyarakat Buton diyakini bahwa adanya Sumanga (arwah) nanti marah dan terkena tulah (dikirimi penyakit), Pemali . Orang-orang  Buton umumnya mempercayai bahwa para kerabat  yang telah meninggal sebenarnya hanya berpindah hidup ke alam lain. Kematian badaniah  tidaklah  juga adalah kematian roh.  Dalam pemahaman orang-orang tua Buton, roh tidaklah mati, sekalipun badan tempatnya bertinggal telah binasa diambil tanah. Ia terus bebas berpindah dan hidup. Itulah dalam Wolio roh disebut Lipa, Lipa adalah kata dalam Wolio yang bermakna ‘berpindah’, atau ‘pergi’. Schoorl memakai kata ini untuk merujuk ke berpindahnya roh yang ia sebut sebagai reinkarnasi. Bagi sebagian orang Buton, kematian badaniah tidak  sertamerta  memutus komunikasi dengan roh kerabat yang telah mendahului menghadap-Nya itu, Ini pula rupanya diyakini umumnya masyarakat Buton. Sehingga kemudian akan sering kita melihat ritual-ritual yang dipakai sebagai media komunikasi dengan kerabat yang telah mendahului itu. Orang-orang Buton memberi  identitas tersendiri kepada semua arwah leluhur itu dengan menamai mereka sebagai Sumanga. Sumanga adalah arwah leluhur yang dipercayai terus memperhatikan, dan memerlukan pula perhatikan. Jika tidak, mereka akan melakukan ‘protes’ dan menegur dengan mengirim tuah penyakit. Memang sulit dinalar ini bisa terjadi, tetapi bukankah yang terjadi di bumi fana ini ada banyak sekali yang tak bisa di nalar dan keluar dari pakem perangkap nalar akal. Beberapa orang tua bahkan menyebut Haroa itu sebenarnya adalah pembutonan kata ‘Arwah’ sebagaimana ‘Sahadha’ untuk ‘Sahadat’.
    1.2      Rumusan Masalah
         Adapun Rumusan Masalah Dalam Makalah Prosesi Haroa Tersebut Adalah :
    1.    Apa Yang Di Maksud  Dengan Haroa di Buton ?
    2.    Mengapa Masyarakat Buton Mengadakan  Haroa ?
    3.    Penjabaran  Macam – Macam Haroa di Buton ?
    4.    Dan  Manfaat Apa Saja Yang Dapat Diambil dari Pelaksanaan Adanya Haroa ?

    1.3      Tujuan
                   Adapun tujuan dalam makalah prosesi haroa  adalah  Untuk  menambah wawasan  lebih dalam lagi tentang  prosesi adat  Buton  yaitu  Haroa, Makna apa saja yang terkandung dalam sebuah prosesi tersebut dan kenapa harus di selenggarakan prosesi tersebut karena sudah menjadi suatu adat kebiasaan yang selalu di selenggarakan pada hari ketentuan Haroa.













    BAB II
                                                                 PEMBAHASAN       

    2.1  Pengertian  Prosesi Adat Haroa di Buton
    Haroa merupakan  Perayaan Hari Besar Islam. Bagi Masyarakat Buton, Haroa merupakan salah satu perayaan yang takkan dilewatkan.  Menurut pribadi saya, Haroa sendiri merupakan perayaan yang dapat memberikan pelajaran-pelajaran kecil yang bermakna religious dan dapat dikatakan efesien, Kita akan memanjatkan doa dalam sepanjang pelaksanaannya. Dan dapat memperat tali slaturahmi antar kerabat supaya lebih erat dan tidak putus.             Haroa  juga dapat berarti tradisi acara/perayaan bersama-sama dapat menjadi sarana resolusi konflik serta integrasi dari beberapa suku di pulau Buton dan sekitarnya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi haroa di adakan di rumah-rumah orang, dimana  semua anggota keluarga dan tetangga di undang. Acara seperti ini bisa menciptakan suasana harmoni, dan kebersamaan dengan berdoa bersama – sama, berjabat tangan dan menyapa diikuti oleh makan bersama.
    Haroa biasa dilaksanakan di dalam rumah-rumah warga  diikuti anggota rumah dan tetangga yang diundang.  Mereka duduk mengumpul pada satu ruangan . Acara biasa diawali dengan Pembacaan ayat-ayat suci al-quran yang di lakukan oleh Lebe kemudian, meletakkan Dupa yang dibakar sebagai pelengkap Haroa.





    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglDK9ad1nh8vScFLg30tBr18jKo8KwYF_Lws1lhsZu3-nVWO-oJKg8MqnvsXcX-wLfzqrZovztfa56xzNdpLFgzpWd20WmWyEQTx1rOrH9uGg1IPokaQL6dvtlaDIWkrIxAU871_9aUf6L/s320/20022011.jpg
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBeTgx5G1G7HqUI_YBY40Pi3jd87oq19U7oQ5W1iohAHt3-bcSGXCAx8ARaGRkZD9F69H_LPzv9icmUhF_bttyLvj0yPLBDvPy2i85aphulfIX7SIgxaf-hAFgquOc2758KcgX55lFioUE/s400/IMG0400A.jpg
     
                                                                                


               Pengaturan cara penyimpanan                   Pembacaan  Ayat-ayat alquran serta
                           isi talang haroa                                  pengimpanan dupa pada bara api
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSya13hALkc2m-XlA2z-jiO0vDwWoHwBqlVCVXI-bsnAHqGypvGVj23y6H3HcZbxblsMVBHJFXFHjBfz48wDWh2Ws1e5uYX7ugUfwD7FkEIjc5D_oaFETlavYmbDcKXRHrFReR0aiF8NHj/s200/IMG0402A.jpghttp://jalan2.com/wp-content/themes/Jalan-Main/thumb.php?src=http://jalan2.com/wp-content/uploads//2012/09/ce8eb2db7b169c7b78e5389e1905ed89.jpg&w=580&h=390&zc=1&a=c&q=100&bid=1Ditutup dengan  makan bersama, Undangan di suguhkan dengan makanan-makanan khas Buton. Terdapat kue-kue kecil sebagai makanan penutup dan hanya ditemukan didaerah Buton. Seperti, Onde-onde, baruasa (kue beras), ngkaowi-owi (ubi goreng), sanggara (pisang goreng).  Khasnya, kue-kue tersebut biasa di bawa pulang. Dan itu disebut Katange.
      





    4.1  Gambar Prosesi setelah Haroa                             4.2  Gambar  Makanan Isi Talang Haroa

    2.2  Jenis Pelaksanaan haroa yang ada di Buton
             Ada beberapa Jenis Haroa dalam pelaksanaannya antara lain :
    1.      Pekandeana anana maelu

    Haroa ini diadakan setiap tanggal 10 Muharram. Tanggal 10 Muharram dirayakan oleh para sufi dengan tersedu-sedu. Pada hari ini, cucu Rasulullah, Hussein bin Ali, dibantai bersama seluruh keluarga dan pengikutnya. Makanya, di kalangan penganut ahlul bayt, tanggal 10 Muharram senantiasa dirayakan agar menjadi pelajaran bagi generasi penerus.
       2.      Haroana Maludu
    Haroa maludu dilaksanakan pada Bulan Rabiul Awal. Yang dilaksanakan untuk memperinganti Hari Lahir Nabi umat Islam, MUHAMMAD SAW. Haroa Maludhu merupakan kegiatan ritual budaya yang bernuansa Islam dan mengandung filosofi terhadap peradaban masyarakat Buton. Sehingga pada pelaksanaannya terlihat kesakralan dalam rangka memperingati kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW yang merupakan Rahmatan Lil Alamin.
           
               3.      Haroana Rajabu
    Adalah untuk memperingati Syuhada yang gugur dimedan perang dan mereka telah memperjuangkan Islam bersama Nabi Muhammad SAW . Haroana Rajabu dilakukan pada hari Jumat pertama di bulan Rajab dengan melakukan tahlilan serta berdoa semoga para syuhada tersebut diberi ganjaran yang setimpal oleh Allah.

        4.      Malona Bangua
    Haroa yg satu ini dilaksanakan pada Hari Pertama Ramadhan.  Pada masa silam, hari pertama Ramadhan dimeriahkan dengan dentuman meriam. Kini, dentuman meriam itu sudah tidak terdengar. Masyarakat merayakannya dengan doa bersama di rumah serta membakar lilin di  kuburan pada malam hari .

            5.      Qunua
    Qunua ini berkaitan dengan Nuzul Qur’an (Qunut). Biasa dilaksanakan pada pertengahan bulan suci  Ramadhan  atau pada 15 malam puasa. Dulunya, masyarakat memeriahkannya dengan membawa makanan ke masjid keraton dan dimakan secara bersama-sama menjelang waktu sahur.  Qunua dilakukan salat tarwih dan dirangkaian dengan sahur secara bersama-sama di dalam masjid.

            6.      Kadhiri
    Upacara yang berkaitan dengan turunnya Lailatul Qadr di bulan suci Ramadhan. Upacara ini tgata pelaksanannya mirip dengan Qunua, yakni setelah salat Tarwih dirangkaikan dengan sahur secara bersama-sama di dalam masjid. Biasanya dilaksanakan pada 27 malam Ramadhan karena diyakini pada malam itulah turunnya Lailatul Qadr.

    2.3       Perlu adanya Pelaksanaan Haroa di Buton
    Prosesi adat haroa sangat di perlukan  karena  ritual ini  menurut masyarakat Buton dipakai sebagai media menggamit tangan tangan arwah leluhur sebagai bentuk memerhatikan mereka, sebagai wujud tidak mereka dilupakan. Inilah Haroa, sarana silaturahim dengan arwah para leluhur.

    2.4       Manfaat Yang Di Peroleh dari Pelaksaan Haroa di Buton.
                              Adapun Manfaat pelaksanaan haroa di Buton adalah Mempererat tali silaturahmi antar  suku maupun kerabat  yang berbeda supaya lebih erat dan tidak putus,  dan menumbuhkan suasana harmoni kekeluargaan .















    BAB III
    PENUTUP

    3.1    KESIMPULAN
                Betapa  pentingnya proses penyelenggaraan Haroa selain sebagai sarana mengenang para arwah leluhur juga untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat, dan juga sebagai peredam rasa konflik antar suku yang berbeda. haroayang di awali dengan berdoa bersama, salam-salaman dan dilanjutkan dengan santap bersama  juga biasa dihadiri para undangan yang bukan hanya handai toulan, tetapi juga dihadiri oleh tetangga terdekat maupun tetangga jauh yang berasal dari etnis dan agama yang berbeda. Oleh karena tradisi haroa sudah mengakar pada masyarakat islam Buton dan biasanya tidak hanya berorientasi profan semata, tetapi juga berorientasi sakral sehingga pelaksanaannya bisa lebih cepat dan mudah diterima oleh masyarakat.

             3.2 SARAN
                Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.







    DAFTAR PUSTAKA

    Abdullah, Muhuhammad. 2009. Naskah Keagamaan dan Relevansinya dengan proses
    Islamisasi Buton Abad Ke-14 Hingga 16. Naskah Buton, Naskah Dunia. Bau-Bau:  
    Penerbit Respect.