Minggu, 17 April 2016

TUGAS 1 APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM BIDANG PERTANIAN OLEH : ANISA 14 650 016 ARNITA 14 650 045 KELAS A DOSEN PENGAMPU : MUH. ARIF SURYAWAN, S.Kom.,M.T PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAUBAU 2016 SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) DI BIDANG PERTANIAN 1.1 Latar Belakang Era komputerisasi telah membuka wawasan dan paradigma baru dalam prosespengambilankeputusandanpenyebaraninformasi.Datayang merepresentasikandunianyatadapatdisimpandandiprosessedemikianrupa sehinggadapatdisajikandalambentuk-bentukyanglebihsederhanadansesuai kebutuhan. Sesuai dengan perkembangan teknologi, khususnya komputer grafik, basisdata, teknologiinformasi,danteknologisatelitinderaja(penginderaan jauh/remotesensing),makakebutuhanmengenaipenyimpanan,analisis,dan penyajian data yang berstruktur kompleks dengan jumlah besar makin mendesak. Struktur data kompleks tersebut mencakup baik jenis data spasial maupun atribut. Dengan demikian,untuk mengelola data yang komplek sini,diperlukansuatu system informasiyangsecaraterintegrasimampumengolahbaikdataspasial maupun dataatribut inisecara efektif danefisien. Tidak itusaja, sistem inipun harus mampu menjawab dengan baik pertanyaan spasial maupun atribut secara simultan. Dengan demikian, diharapkan keberadaan suatu sistem informasi yang efisien dan mampu mengelola data dengan struktur yang kompleks dan dengan jumlah yang besar ini dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang tepat salah satu sistem yang menawarkan solusi-solusi untuk masalah ini adalah Sistem Informasi Geografis (SIG).Sistem Informasi yang berkaitan dengan catatan permukaan bumi (geografi) secara konvensional (manual, sederhana) telah dilakukan oleh berbagai instansi sejak lama dalam bentuk peta, tabel, dan laporan yang disimpan dalam almari dan filing kabinet. 1.2. Tujuan utama dari operasi SIG Tujuan utama dari operasi SIG ini adalah : 1. untuk menemukenali berbagai persoalan nyata permukaan bumi yang penting bagi kehidupan manusia; dan 2. untuk menentukan strategi dan langkah operasional penanganan berbagai persoalan permukaan bumi dan atau dekat permukaan bumi yang diketemukan. Semua ilmu yang berhubungan dengan SIG dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu ilmu-ilmu yang berkaitan dengan perkembangan konsep dasar SIG (misal : fisika, matematik, informatika, elektronika, penginderaan jauh), dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan aplikasi SIG untuk suatu tujuan (misalnya : oceanografi, vulkanologi, planologi, pertanian). 1.3 Rumusan Masalah 1. Apa Saja Manfaat Aplikasi SIG dalam bidang pertanian ? 2. Mengapa SIG sangat berperan penting dalam bidang Pertanian ? 3. Apa saja komponen-komponen pembuatan SIG ? 4. Bagaimana cara kerja SIG itu berjalan? 5. Apa saja manfaat SIG khususnya dalam bidang pertanian ! 2.1 SISTEM INFORMASI GEOGRAFI ( SIG ) DALAM BIDANG PERTANIAN Pembahasan yang berkaitan dengan aplikasi atau bidang-bidang yang mebutuhkan analisis dalam sekala wilayah luas dan perencanaan jangka panjang sangat mempermudah jika menggunakan aplikasi SIG, seperti yang tergambar pada bidang pertanian, SIG lebih banyak dimanfaatkan untuk tujuan analisis kesesuaian/ kemampuan lahan untuk pertanian, estimasi produksi beberapa komoditi pertanian, estimasi serangan hama-penyakit tanaman, prediksi erosi tanah, monitoring dan analisis perubahan tataguna lahan, analisis kerentanan banjir dan longsor tanah akibat perubahan penggunaan lahan, perencanaan tataguna lahan, ekstensifikasi pertanian, monitoring kerusakan dan kebakaran hutan, monitoring agroklimatologi, survei dan pemetaan tanah, evaluasi dan klasifikasi tanah, pemetaan sumberdaya lahan, perencanaan jaringan irigasi, analisis daya dukung lahan pertanian, dan perencanaan perdesaan. Pemanfaatan SIG dalam bidang pertanian pada umumnya diperlukan beberapa data masukan, berupa data spasial seperti : peta rupa bumi, peta geologi, foto udara, citra satelit atau citra radar, dan data atribut seperti : data iklim, dan data social penduduk. Peta rupa bumi digunakan sebagai dasar pembuatan peta administrasi dan peta kontur. Peta geologi digunakan untuk membantu analisis dan pembuatan peta tanah. Foto udara, citra satelit, dan citra radar digunakan untuk analisis dan pembuatan peta tutupan/ penggunaan lahan. Data iklim digunakan untuk analisis dan pembuatan peta curah hujan/ intensitas hujan. Data sosial penduduk digunakan untuk analisis dan pembuatan peta sebaran penduduk/ petani. Data-data sebagaimana tersebut di atas digunakan untuk pembuatan peta satuan lahan homogen atau peta dasar/ peta kerja lapang. Melalui pengamatan lapang dan analisis sampel tanah dan air di laboratorium, serta analisis statistik, kemudian dibuat peta akhir sesuai tujuan yang diharapkan. Fungsi dari produk SIG sangat bergantung dari tujuan awal pekerjaan SIG, namun demikian pada beberapa produk SIG terkadang dapat dimanfaatkan untuk tujuan lain yang tidak terprediksikan sebelumnya. Sebagai contoh, peta tutupan/ penggunaan lahan di suatu wilayah terkadang digunakan sebagai dasar pertimbangan utama untuk perencanaan pembangunan/ tata ruang, evaluasi sumberdaya lahan, rehabilitasi lahan, relokasi permukiman, dan estimasi ledakan hama dan penyakit tanaman. Dengan demikian suatu produk SIG terkadang memiliki multifungsi. Di bidang pertanian, produk SIG sangat berguna untuk memprediksi luas area dan produksi komoditas pertanian, penetapan centra pertanian, pemetaan potensi sumberdaya lahan, pengembangan agroindustri, dan agropolitan, serta prediksi sebaran hama dan penyakit tanaman. Produk SIG yang dibuat pada skala besar (detil) dan menggunakan data masukan beresolusi tinggi memberikan keakuratan hasil (produk) yang tinggi, namun daerah cakupan produk SIG umumnya tidak terlalu luas. Produk SIG yang dibuat dengan skala kecil serta menggunakan data masukan beresolusi rendah umumnya mempunyai tingkat keakuratan hasil yang rendah, namun mencakup daerah pemetaan yang luas. Sejalan dengan kemajuan teknologi komputer dan telekomunikasi, pemanfaatan SIG dalam bidang pertanian pada saat ini sangat bermanfaat , diantaranya adalah : 1. Untuk perumusan/ penetapan rencana strategi pengembangan pertanian; 2. Prediksi luas panen dan produksi pertanian; 3. Monitoring perubahan tataguna lahan pertanian; 4. Penetapan daerah centra komoditas pertanian unggulan; 5. Evaluasi sumberdaya lahan pertanian; 6. Pembuatan jalur transportasi/ perdagangan komoditas pertanian antar daerah; 7. Analisis pemasaran sarana produksi pertanian; 8. Sebagai alat bantu analisis spasial berbagai penelitian pertanian; dan 9. Sebagai alat bantu interaksi, komunikasi dan informasi antar petani dan paran pemerhati pertanian berbagai daerah/ negara. Pemanfaatan SIG dalam bidang pertanian sekarang ini banyak didukung oleh kemajuan teknologi kedirgantaan yang menghasilkan berbagai citra muka bumi dengan resolusi yang sangat tinggi serta mudah diakses oleh setiap orang, seperti foto udara dan citra satelit yang mampu menampilkan secara detil vegetasi penutup tanah. Gambaran kajian yang mendukung optimalisasi lahan dalam bidang pertanian melalui analisis sistem informasi geografi : 1. Kajian Erosi Tanah, Kajian erosi tanah diperlukan data-data yang berkaitan dengan faktor-faktor penyebab erosi, seperti : data curah hujan harian selama 5 sampai 10 tahun terakhir, data sifat dan karakteristik tanah untuk menghitung besarnya erodibiltas tanah, data panjang dan derajad lereng, data vegetasi dan pertanaman yang diusahakan dan data tindakan konservasi tanah yang sudah atau sedang dikerjakan pada bidang lahan yang dikaji. 2. Kajian Serangan Hama Penyakit Tanaman, Kajian serangan hama penyakit tanaman data geospasial yang diperlukan antara lain data fisiografi wilayah, seperti bentuk lahan (landform), kelerengan, jenis tanah, dan sebaran vegetasi/ tanaman, data iklim, terutama curah hujan, intensitas penyinaran matahari, dan arah angin, data pola penggunaan lahandan data sosial penduduk, yang meliputi adat istiadat/ perilaku masyarakat, mata pencaharian, tingkat perekonomian, dan tingkat pendidikan penduduk. 3. Pembuatan Sarana Pengairan Dan Jaringan Irigasi, Pembuatan sarana pengairan dan jaringan irigasi diperlukan data geospasial berupa data bentuk lahan makro, kelerengan dan lithologi, data penggunaan lahan, data sebaran penduduk dan kepemilikan lahandan data sumber-sumber air alami, terutama jenis sumber air, lokasi, dan debit air. 2.1.1

Tidak ada komentar :

Posting Komentar